Orang Dewasa Osteoporosis

Orang Dewasa Osteoporosis isamping itu, factor genetik mainkan fungsi pada berlangsungnya osteoporosis pada anak. Misalnya ialah osteogenesis imperfecta. Keadaan ini adalah abnormalitas genetik yang di turunkan dan bisa mengakibatkan tulang anak alami kerapuhan dan gampang patah semenjak lahir.

Dalam beberapa masalah, osteoporosis juvenil tidak mempunyai pemicu yang pasti. Keadaan ini disebutkan osteoporosis juvenile idiopatik. Biasanya, tipe osteoporosis ini akan sembuh sendirinya bersamaan bertambahnya umur, tapi tidak tutup peluang bisa bersambung sampai dewasa. Orang Dewasa Osteoporosis

Osteoporosis pada anak kerap kali tidak nampak secara jelas. Tetapi, anak dapat menyambat ngilu pada punggung bawah, pinggang, lutut, pergelangan kaki, dan telapak kaki. Orang Dewasa Osteoporosis

Disamping itu, anak dengan osteoporosis juvenil umumnya akan alami kesusahan berjalan dan perombakan bentuk badan jadi bungkuk. Anak lebih gampang alami patah tulang. Dalam kata lain, luka enteng juga dapat mengakibatkan patah tulang pada anak dengan osteoporosis juvenil.
Ini Langkah Menangani Osteoporosis pada Anak
Osteoporosis pada anak umumnya baru teridentifikasi saat dia alami luka yang mengakibatkan patah tulang. Pada pengecekan patah tulang, dokter akan lakukan bertanya jawab sekitar tanda-tanda dan kisah luka, kisah kesehatan, dan beberapa obat yang dimakan anak.
Bila dari bertanya jawab dokter memandang anak beresiko tinggi mempunyai osteoporosis juvenil, akan dikerjakan pengecekan bone mass densitas (BMD) untuk mengecek kepadatan tulang. Test darah dan test urine dibutuhkan untuk menghitung kandungan kalsium, fosfor, dan vitamin D pada tubuh anak.
Bila Sang Kecil terdeteksi dengan osteoporosis juvenil, penyembuhan yang dikerjakan akan sesuai penyakit yang mengakibatkannya. Sesaat bila osteoporosis berasal dari dampak konsumsi obat, dokter akan turunkan jumlah atau menukar obat yang dimakan oleh Sang Kecil.
Dari sisi jalani penyembuhan, perombakan pola hidup pada Sang Kecil penting juga untuk dikerjakan. Yakinkan Bunda menyediakan makanan kaya kalsium dan vitamin D yang bisa memberikan dukungan pembangunan tulang, seperti susu dan produk buatannya, sayur hijau, tahu, ikan, telur, dan kacang-kacangan.
Disamping itu, hindari Sang Kecil dari rutinitas fisik atau olahraga berat yang bisa jadi memperburuk keadaan tulangnya. Selaku tukarnya, Bunda dapat ajak Sang Kecil untuk lakukan olahraga enteng, seperti jalan-jalan di seputar rumah.
Osteoporosis juvenil benar-benar jarang ada. Tetapi, bila berlangsung, keadaan ini bisa berpengaruh jelek untuk perkembangan anak dan mengusik rutinitas harian mereka bahkan juga sampai dewasa

By Bethany

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!