Mengapa Pisang Tidak Dianjurkan

Mengapa Pisang Tidak Dianjurkan Pada bayi yang berumur di bawah enam bulan, pertanda persiapan untuk makan yang sudah diterangkan awalnya tidaklah tampil. Oleh karenanya, pemberian makanan padat pada umur ini masih begitu awal dan tidak disarankan sebab bisa memunculkan imbas yang beresiko pada kesehatannya serta memberikan ancaman nyawanya.

Berikut beberapa bahaya yang penting Bunda kenali bila memberi MPASI begitu awal pada bayi: Mengapa Pisang Tidak Dianjurkan

1. Terselak
Walaupun telah dilembutkan jadi seperti bubur, pisang dan makanan yang lain teruslah makanan padat yang teksturnya tidak dapat seperti ASI atau susu formulasi, Bun. Mengapa Pisang Tidak Dianjurkan

Biasanya, bayi di bawah enam bulan belum mempunyai kekuatan untuk menelan dan kunyah secara baik, hingga pemberian MPASI pada umur ini malah bisa mencelakakannya.

Makanan padat selembut apa saja beresiko membuat bayi terselak dan menutup aliran pernafasannya. Jika tidak selekasnya memperoleh bantuan, bayi dapat alami kesusahan bernapas dan terancam nyawanya.
Itu kenapa di Indonesia banyak masalah pemberian pisang pada bayi di bawah enam bulan yang berbuntut dengan kematian.
2. Masalah pencernaan
Bayi yang berumur di bawah enam bulan belum mempunyai aliran pencernaan yang maksimal, hingga pemberian MPASI,
apa lagi yang kaya serat seperti pisang, dapat membuat ususnya alami intususepsi dan mampet. Disamping itu, pemberian makanan padat pada umur ini bisa juga memunculkan diare.
3. Kelebihan atau kekurangan gizi dan kalori
Untuk bayi di bawah umur enam bulan, ASI telah mempunyai formasi terhebat selaku makanan bayi. Walau terlihat lebih mengenyangkan perut, makanan padat malah tidak bisa memberi gizi yang cocok untuk bayi.
Pemberian MPASI pada umur ini malah dapat membuat bayi alami kekurangan atau kelebihan kalori dan gizi. Misalnya, Bila Bunda memberi pisang untuk Sang Kecil di saat yang tidak pas, dia akan
beresiko alami berat tubuh berlebihan atau kegemukan, sebab buah ini memiliki kandungan gula yang lumayan tinggi.
4. Kekurangan zat besi
Pengenalan MPASI yang begitu awal condong membuat pemberian ASI dan susu formulasi, yang kaya zat besi dan banyak gizi yang lain, jadi tidak optimal. Ini dapat mengakibatkan bayi kekurangan zat besi.
Walau sebenarnya, zat besi mempunyai fungsi yang perlu dalam pembangunan hemoglobin,
yaitu elemen sel darah merah yang berperan mengusung oksigen ke semua badan.
Tiada zat besi yang cukup, badan tidak bisa membuat hemoglobin dengan optimal. Mengakibatkan, jaringan dan organ badan dapat alami kekurangan oksigen dan terusik tumbuh kembangnya.
Bayi yang menangis terus-terusan belum pasti berasa lapar. Dia bisa menangis sebab menganggap tidak nyaman, kecapekan, jemu, mengantuk, takut, sakit, atau popoknya sudah penuh. Jadi, Bunda tak perlu langsung memberinya susu tiap Sang Kecil menangis, apa lagi pisang atau makanan yang lain.

By Bethany

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!