Cara Menghadapi Fase

Cara Menghadapi Fase Salah satunya langkah paling efisien untuk menangani sikap anak yang tidak membahagiakan ialah ajaknya untuk belajar bersosialiasi. Misalkan, bermain dengan rekan sepantarannya atau bermain dengan kakak atau ponakan. Beberapa cara ini bisa menolong anak untuk meningkatkan ketrampilan sosial dan rasa empatinya.

Lantas bagaimanakah langkah kita mengajar nilai-nilai atau ketentuan sosial ke anak? Penanaman nilai pada anak perlu proses panjang. Bunda tidak dapat menginginkan Sang Kecil berbeda cuman dengan 1 atau 2x dinasihati. Jadi, dibutuhkan kesabaran orangtua dalam memberikan nilai-nilai yang bagus ke anak. Cara Menghadapi Fase

Pada intinya, anak belajar nilai-nilai kebaikan atau tata krama dengan meniru sikap orang tuanya setiap hari. Oleh karenanya, Bunda perlu jadi role mode untuk Sang Kecil. Perlihatkan bagaimanakah cara berlaku yang bagus ke seseorang dan langkah perlakukan seseorang dengan hormat. Cara Menghadapi Fase

Perlu dicatat, Bunda perlu perlakukan Sang Kecil dengan hormat, terhitung berempati padanya saat dia sedang berduka, geram, atau jemu.
Menangani Sikap Destruktif pada Babak Terrible Two
Walau anak umur di bawah tiga tahun (batita) kerap kali munculkan sikap yang menghancurkan (destruktif), seperti menyobek majalah, mencorat-coret dinding, atau menumpahkan bedak di lantai, sebenarnya mereka tidak selamanya punya niat melakukan dengan menyengaja.
Apa saja fakta Sang Kecil lakukan sikap itu, Bunda harus sampaikan padanya jika sikap itu salah. Bunda tak perlu geram, berteriak, atau memarahi Sang Kecil, terutama bila sikap itu tampil dari ketidaksengajaan.
Ada banyak hal yang bisa dikerjakan orangtua waktu hadapi sikap destruktif pada anak di babak terrible two ini, yakni:
1. Ajari anak untuk lebih waspada
Misalkan, memberitahu anak jika gelas yang pecah mempunyai sisi tajam yang bisa membuat terluka, lalu berikan tahu anak untuk minta kontribusi orang dewasa bila pengin ambil gelas.
2. Meminta kontribusi anak untuk membenahi kondisi
Misalkan, ajak anak untuk menolong mengelap air yang dia tumpahkan, menyambung sisi kertas yang dia robek, atau ambil mainan yang dia lemparkan dan meletakkannya kembali lagi di tempatnya.
3. Beri anjuran untuk menangani rasa frustrasi
Misalkan, bila anak berasa frustrasi sebab terus-terusan tidak berhasil membuat mainan baloknya, beri panduan bagaimanakah cara membuat balok supaya tidak gampang jatuh.
4. Ajak anak mendalami lingkungan
Bantu anak untuk penuhi rasa pengin tahunya yang besar dengan sediakan lingkungan yang aman. Misalkan, memberinya beberapa benda yang tidak gampang pecah dan mainan yang aman.

By Bethany

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!